Selasa, 18 November 2014

Warna

Disaat aku sudah tidak tahu
Kemana aku harus pergi
Ditengah pikiranku yang tak menentu
Seperti layang-layang diterbangkan angin

Kau datang dengan tiba-tiba
Di dalam hidupku yang abu-abu
Kau berikan warna dalam hidupku
Kau matikan segala kebosanan yang kualami

Wahai pujaan hatiku
Percayalah satuhal
Bahwa aku ...
Tidak akan meninggalkanmu selama-lamanya

Sabtu, 15 November 2014

Kampung Halaman

Kampung halamanku
Kau begitu sejuk
Begitu hijau
Begitu syahdu

Oh wahai kampung halamanku
Engkau sudah banyak berubah
Sejak lama dahulu kutinggalkan
Wahai kampung halamanku

Aku merindukanmu
Berbulan-bulan lamanya telah kutinggalkan
Sekarang aku ingin kembali
Ke kampung halamanku

Jumat, 14 November 2014

Menunggu

Aku menunggu
Di tengah malam yang sepi
Bermandikan cahaya rembulan
Dan ditemani nyamuk-nyamuk penghisap darah

Aku menunggu
Seseorang yang tak kunjung datang
Seseorang yang membuatku melupakan duniaku

Dimanakah engkau
Aku sangat merindukanmu
Aku akan menunggu dan menunggu
Hingga kau kembali ke pelukanku

Kamis, 13 November 2014

Serba salah

Saat kau pandang wajahku
Kau pandang wajahku dengan penuh kebencian
Banyak yang sudah kulakukan untukmu
Tapi hanya kesalahanku yang kau ingat

Aku berdiam seribu bahasa
Aku ungkapkan sejuta kalimat
Selalu salah di matamu

Saat ku tak bisa berbuat apa-apa
Ingin ku berteriak
Ingin ku menangis
Ingin ku berdoa

Wahai pujaan hatiku
Cepatlah tersadar dari
Kekelaman yang menyelimutimu
Agar kita
Bisa seperti dulu lagi,
Menjalani cerita-cerita cinta
Tanpa saling menyalahkan

Kesepian

Di sebuah ruangan yang sempit
Bertemankan cahaya rembulan
Aku disini merasakan bayang-bayang
Bayang bayang yang datang menghantui

Mengunci diri dari keramaian
Sendiri
Sepi
Hanya bertemankan
Sebuah gitar butut

Tidak ada yang bisa kuperbuat
Diam dan duduk adalah jalan terbaik
Di dalam kesendirianku ini

Ku berharap
Ada seseorang yang mau
Menemaniku
Untuk melalui malam-malam yang mencekam
Bersama diriku

Pengharapan

Menemukan sepercik kecil harapan
Bangun pagi pulang pun malam
Bertarung dengan macetnya kota Surabaya

Demi sepercik kecil jalan
Aku rela mengarungi jalan itu
Menggunakan sebuah tekat dan pengharapan

Demi masa depanku
Jalan itu akan kubuka
Dengan seluruh tekat dan kekuatanku

Masa depan penuh pengharapan,
Aku rela berkorban apapun
Demi mencapai
Masa yang penuh pengharapan

Jatuh Cinta

Saat pertama bertemu denganmu
Muncul getaran cinta
Yang kau pancarkan dari auramu
Ku jatuh cinta

Srlalu mencinta di dalam hatiku
Cuma ada kamu seorang
Kuyakin tiada cinta yang lain
Slain dirimu

Biarlah cinta kita itu ada
Dalam setiap hati kita
Untuk slamanya kucinta kau
Ingatlah ku selalu di hati

Lijatlah cinta kita
Putih seputih salju
Biarlah cinta kita
Bersemi tuk selamanya

Rindu

Pagi yang dingin ini
Bertemankan sinar mentari
Rindu yang kini menjadi sebuah misteri
Yang mulai merasuki relung hati

Aku terdiam dalam kesunyian
Bersama bayang tentang dirimu yang datang menghampiri
Hari demi hari terasa hampa
Tanpa kau disisiku

Akankah semua ini menjelma
Menjadi rindu yang dulu tak pernah ada
Ataukah menjadi sebuah kebahagiaan
Kakiku tak menentu melangkahinya

Mencari arah tentang dirimu
Di tengah sinar mentari yang syahdu
Kuciptakan syair puisi rindu
Sebuah syair puisi rindu hanya untukmu

Kota Kami, Surabaya

Saat kota-kota lain sudah diguyur hujan,
Kota kami Surabaya
Begitu panas
Begitu kering
Masih dilewati oleh awan-awan kelam
Kota kami Surabaya
Sudah rindu diguyur percikan air dari langit
Awan-awan yang menggumpal
Hanya lewat saja tanpa memperdulikan arah
Apakah yang harus kami perbuat
Supaya engkau rela menumpahkan air
Untuk kota kami ,kota Surabaya